JIEXPO KEMAYORAN - INDONESIA

2 – 5 December 2026

5 Sektor Industri Penyumbang Perekonomian Indonesia

Sumber: freepik

Berdasarkan data dari GoodStats, lima sektor utama menyumbang 63,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan II 2026. Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar sebesar 18,50%, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,57%, perdagangan sebesar 13,02%, konstruksi sebesar 9,79%, serta pertambangan dan penggalian sebesar 8,87%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan II 2026. Nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.

5 Sektor dengan Kontribusi Terbesar terhadap PDB Indonesia

Lima lapangan usaha utama masih menjadi fondasi perekonomian Indonesia pada Triwulan II 2026. Kombinasi sektor manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan menghasilkan lebih dari separuh struktur PDB nasional.

1. Industri Pengolahan

Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia pada Triwulan II 2026. Sektor ini menyumbang 18,50% terhadap total PDB nasional.

Kinerja industri pengolahan juga tetap tumbuh 4,52% secara tahunan. Besarnya kontribusi menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur masih menjadi salah satu fondasi utama perekonomian Indonesia.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku sektor industri pengolahan mencapai sekitar Rp1.212,1 triliun pada periode yang sama. Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan lapangan usaha lainnya.

Badan Pusat Statistik juga mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) berada pada angka 52,31 pada Triwulan II 2026. Nilai di atas 50 menunjukkan kondisi industri manufaktur berada dalam posisi ekspansi.

2. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Pertanian, kehutanan, dan perikanan berada di posisi kedua dengan kontribusi 13,57% terhadap PDB Indonesia.

Sektor ini memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan pangan nasional. Besarnya kontribusi juga menunjukkan bahwa sektor primer masih menjadi bagian penting dari struktur perekonomian Indonesia.

Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mencatat pertumbuhan 12,26% dibandingkan Triwulan I 2026. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi pada periode tersebut.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai sekitar Rp889,1 triliun pada Triwulan II 2026.

3. Perdagangan Besar dan Eceran

Perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang 13,02% terhadap PDB Indonesia pada Triwulan II 2026.

Besarnya kontribusi sektor perdagangan menunjukkan aktivitas distribusi barang dan transaksi ekonomi domestik memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian. Sektor ini juga menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku sektor perdagangan mencapai sekitar Rp853,3 triliun pada Triwulan II 2026. Posisi tersebut menempatkan perdagangan sebagai lapangan usaha dengan nilai PDB terbesar ketiga.

4. Konstruksi

Sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 9,79% terhadap PDB Indonesia pada Triwulan II 2026.

Peran konstruksi mencerminkan aktivitas pembangunan yang terus berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur, kawasan industri, gedung, fasilitas publik, dan proyek perumahan menjadi bagian dari aktivitas yang mendukung sektor ini.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku sektor konstruksi mencapai sekitar Rp641,2 triliun pada Triwulan II 2026. Angka tersebut menempatkan konstruksi pada posisi keempat dalam daftar lapangan usaha dengan kontribusi terbesar.

Pertumbuhan sektor konstruksi juga memiliki keterkaitan dengan sektor lain. Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, transportasi, manufaktur, serta berbagai jasa pendukung.

5. Pertambangan dan Penggalian

Pertambangan dan penggalian melengkapi lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia. Sektor ini menyumbang 8,87% pada Triwulan II 2026.

Nilai tersebut tetap menempatkan pertambangan sebagai salah satu fondasi ekonomi nasional meskipun kinerjanya menghadapi tekanan pada periode tersebut. Sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 1,64% secara tahunan.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku sektor pertambangan dan penggalian mencapai sekitar Rp581,1 triliun. Posisi ini berada di bawah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi.

Total Kontribusi Lima Sektor Capai 63,75%

Kontribusi 63,75% menunjukkan besarnya peran lima sektor utama terhadap struktur ekonomi nasional. Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan menjadi kombinasi sektor primer, sekunder, dan tersier yang menopang aktivitas ekonomi Indonesia.

Struktur tersebut juga memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki basis yang cukup beragam. Manufaktur menghasilkan produk, pertanian menyediakan kebutuhan pangan dan bahan baku, perdagangan mendistribusikan barang, konstruksi mendukung pembangunan, sedangkan pertambangan menyediakan berbagai sumber daya alam.

Industri Pengolahan Masih Menjadi Tulang Punggung Ekonomi

Posisi industri pengolahan sebagai kontributor terbesar menunjukkan pentingnya sektor manufaktur bagi perekonomian Indonesia. Kontribusi 18,50% menjadi yang tertinggi di antara seluruh lapangan usaha pada Triwulan II 2026.

Pertumbuhan industri pengolahan juga menunjukkan sektor tersebut tetap memiliki aktivitas yang kuat. Kinerja manufaktur menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan ekonomi karena sektor ini memiliki keterkaitan dengan perdagangan, logistik, energi, bahan baku, hingga tenaga kerja.

Transformasi industri juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia. Digitalisasi, otomatisasi, dan penerapan teknologi industri dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi industri nasional.

Pertanian Tetap Menjadi Fondasi Ekonomi

Kontribusi 13,57% membuat pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor terbesar kedua dalam struktur PDB. Sektor ini memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan.

Pertumbuhan sektor pertanian pada Triwulan II 2026 juga menunjukkan kinerja yang kuat. BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 12,26% secara kuartalan, menjadi pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi pada periode tersebut.

Produktivitas pertanian menjadi salah satu faktor yang perlu terus diperkuat. Penggunaan teknologi, pengelolaan sumber daya, infrastruktur pertanian, dan peningkatan kualitas rantai pasok dapat membantu menjaga kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.

Perdagangan Menghubungkan Produksi dan Konsumsi

Kontribusi 13,02% menjadikan perdagangan sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Aktivitas perdagangan menghubungkan produsen dengan konsumen sekaligus mendukung distribusi berbagai jenis barang.

Perdagangan memiliki keterkaitan erat dengan industri pengolahan dan pertanian. Produk yang dihasilkan sektor manufaktur dan pertanian membutuhkan jaringan distribusi agar dapat sampai ke konsumen.

Perkembangan perdagangan juga berkaitan dengan daya beli masyarakat. Aktivitas konsumsi yang kuat dapat meningkatkan permintaan barang dan jasa sekaligus mendorong aktivitas produksi.

Konstruksi Mendukung Pembangunan Nasional

Kontribusi konstruksi sebesar 9,79% menunjukkan pentingnya pembangunan fisik dalam perekonomian Indonesia. Infrastruktur dan pembangunan kawasan menjadi bagian dari aktivitas yang mendorong sektor konstruksi.

Pembangunan infrastruktur memiliki efek terhadap sektor ekonomi lainnya. Jalan, kawasan industri, fasilitas logistik, perumahan, dan bangunan komersial dapat meningkatkan konektivitas sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Pertumbuhan konstruksi juga dapat membuka kebutuhan terhadap bahan bangunan, tenaga kerja, transportasi, dan berbagai layanan pendukung.

Pertambangan Masih Berperan Besar

Kontribusi 8,87% menempatkan pertambangan dan penggalian sebagai sektor kelima terbesar pada Triwulan II 2026. Sektor ini tetap memiliki posisi strategis meskipun mengalami kontraksi tahunan sebesar 1,64%.

Pertambangan memiliki keterkaitan dengan industri pengolahan karena berbagai komoditas hasil tambang dapat menjadi bahan baku bagi sektor manufaktur. Pengelolaan sumber daya alam menjadi penting untuk memastikan manfaat ekonomi dapat meningkat melalui proses hilirisasi.

Pengembangan industri berbasis sumber daya juga dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.

Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% secara tahunan pada Triwulan II 2026. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 3,73% dibandingkan Triwulan I 2026.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.

BPS mencatat sektor pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yaitu 10,81%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB tidak selalu menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi.

Masa Depan Manufaktur dalam Perekonomian Indonesia

Struktur ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 menunjukkan peran besar sektor manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Lima sektor tersebut menyumbang 63,75% PDB, sehingga perkembangan masing-masing sektor memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

Penguatan produktivitas, inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Diversifikasi ekonomi juga diperlukan agar pertumbuhan tidak terlalu bergantung pada sektor tertentu.

Perkembangan teknologi manufaktur, otomatisasi, digitalisasi industri, dan solusi smart manufacturing dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia. Berbagai inovasi tersebut dapat dipelajari lebih lanjut melalui Manufacturing Indonesia 2026, pameran manufaktur yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai perusahaan manufaktur.

Bergabunglah bersama para pelaku industri dalam Manufacturing Indonesia 2026: The Biggest Manufacturing Expo in South East Asia. Kunjungi website resmi Manufacturing Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru seputar industri manufaktur. Ikuti juga Instagram @manufacturing.indonesia dan TikTok @manufacturing.series untuk insight industri, tren teknologi, serta update terkini menjelang pameran.

Referensi

  1. GoodStats Data. (2026). 5 Sektor Penyumbang Perekonomian Indonesia Terbesar pada Triwulan II 2026. Diakses pada 9 September 2026 dari GoodStats Data.
  2. Badan Pusat Statistik. (2026). Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y). Diakses pada 9 September 2026 dari BPS.
  3. Badan Pusat Statistik. (2026). IKBM pada Triwulan II-2026 Tercatat Sebesar 52,31, Menunjukkan Industri Manufaktur Indonesia Berada pada Posisi Ekspansi. Diakses pada 9 September 2026 dari BPS.
  4. GoodStats Data. (2026). 10 Lapangan Usaha dengan Nilai PDB ADHB Terbesar pada Triwulan II 2026. Diakses pada 9 September 2026 dari GoodStats Data.
  5. Badan Pusat Statistik. (2026). Ekonomi Indonesia Resilien dan Tumbuh Solid pada Triwulan I-2026. Diakses pada 9 September 2026 dari BPS.
  6. GoodStats Data. (2026). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Triwulan II 2026. Diakses pada 9 September 2026 dari GoodStats.