JIEXPO KEMAYORAN - INDONESIA

2 – 5 December 2026

Strategi Baru Industrialisasi Nasional Perkuat Industri Manufaktur Indonesia

Foto: freepik.com | Frolopiaton Palm

Industrialisasi masih menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Memasuki periode 2025–2026, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memperkenalkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai pendekatan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional di tengah tantangan global.

Bagi pelaku industri, produsen mesin, dan vendor B2B, pemahaman terhadap SBIN menjadi krusial karena strategi ini akan memengaruhi arah kebijakan, investasi, serta pengembangan ekosistem manufaktur Indonesia ke depan.

Strategi Industrialisasi Adalah?

Strategi industrialisasi adalah kerangka kebijakan yang dirancang pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor industri secara sistematis dan berkelanjutan. Strategi ini mencakup penguatan struktur industri, peningkatan nilai tambah, penguasaan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia industri.

Dalam konteks global saat ini, strategi industrialisasi tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada efisiensi, ketahanan rantai pasok, dan keberlanjutan. Negara-negara dengan sektor manufaktur yang kuat terbukti memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik terhadap gejolak global.

Apa yang Dimaksud dengan Industrialisasi Nasional?

Industrialisasi nasional merupakan proses transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sektor primer menuju sektor industri bernilai tambah tinggi. Di Indonesia, industrialisasi nasional diarahkan untuk memperkuat struktur industri dari hulu ke hilir, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional.

Melalui industrialisasi nasional, pemerintah mendorong terciptanya ekosistem manufaktur yang saling terhubung antara industri bahan baku, industri antara, dan industri hilir. Pendekatan ini menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Apa Tujuan Utama dari Strategi Pengembangan Industri di Indonesia?

Strategi pengembangan industri Indonesia memiliki beberapa tujuan utama yang saling berkaitan, antara lain:

  • Meningkatkan Daya Saing Industri Manufaktur: Pemerintah menargetkan agar industri manufaktur Indonesia mampu bersaing secara regional dan global, baik dari sisi kualitas produk, efisiensi biaya, maupun kecepatan produksi.
  • Memperkuat Rantai Pasok Domestik: Dengan memperkuat keterkaitan hulu–hilir, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen, sekaligus meningkatkan kandungan lokal dalam produk manufaktur.
  • Mendorong Investasi dan Inovasi: Strategi industrialisasi nasional juga bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor domestik maupun asing, khususnya di sektor-sektor manufaktur prioritas.
  • Menciptakan Lapangan Kerja Berkualitas: Penguatan industri manufaktur diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dengan kompetensi yang lebih tinggi serta meningkatkan produktivitas nasional.
4 Pilar Utama Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN)

Sebagai penyempurnaan dari pendekatan industrialisasi sebelumnya, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) dibangun di atas empat pilar utama yang saling terintegrasi.

  1. Penguatan Struktur Industri Hulu–Hilir: SBIN menekankan pentingnya keterkaitan antar sektor industri untuk menciptakan rantai nilai domestik yang kuat. Industri hulu didorong agar mampu memasok kebutuhan industri hilir secara berkelanjutan dan kompetitif.
  2. Peningkatan Produktivitas dan Teknologi Industri: Pemerintah mendorong adopsi teknologi manufaktur modern, otomasi, serta digitalisasi proses produksi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk.
  3. Pengembangan SDM Industri: Penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi fokus utama SBIN. Kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, dan pemerintah diarahkan untuk menutup kesenjangan keterampilan (skill gap) di sektor manufaktur.
  4. Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global: SBIN juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dengan mendorong efisiensi energi, pengurangan emisi, dan praktik industri ramah lingkungan agar produk manufaktur Indonesia dapat memenuhi standar global.
Peran Manufacturing Indonesia 2026 dalam Ekosistem Industri

Implementasi SBIN membutuhkan kolaborasi lintas antar pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, penyedia teknologi, dan investor. Pameran industri Manufacturing Indonesia Series 2026 menjadi salah satu platform strategis untuk mempertemukan seluruh ekosistem tersebut.

Manufacturing Indonesia Series 2026 hadir sebagai pameran manufaktur terbesar di Asia Tenggara yang menampilkan inovasi teknologi, solusi industri, serta peluang kolaborasi bisnis bagi pelaku manufaktur nasional dan internasional.

Bergabunglah dengan kami dalam Manufacturing Indonesia Series 2026: Biggest Manufacturing Expo in Southeast Asia. Kunjungi website kami di https://www.manufacturingindonesia.com/ untuk informasi terkini seputar industri manufaktur. Ikuti akun media sosial Instagram kami @manufacturing.indonesia untuk mengetahui informasi seputar pameran dan ikuti akun media sosial TikTok kami @manufacturing.series untuk mengetahui informasi unik terkait industri manufaktur.

Referensi