Kadin Jatim: Dukungan “Skilled Labour” Penting dalam Peningkatan Industri Manufaktur

(Dari Kiri): FX Suryadi Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik ATMI, Adik Purwanto Ketua Umum Kadin Jatim dan Hery Wiriantoro Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Jatim saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Umum dengan tema “Dukungan terhadap manufaktur lokal dan Jawa Timur melalui Pameran Manufacturing Surabaya” di Grand City Surabaya, Rabu (13/7/2022). Foto: Kadin Jatim

 

Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim), mengungkapkan pentingnya dukungan “Skilled Labour” atau tenaga kerja terampil dalam peningkatan kinerja industri manufaktur dalam negeri, termasuk di Jatim.

Ia mengatakan, industri manufaktur merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian Jatim. Rata-rata kontribusi yang diberikan oleh sektor ini sekitar 30 persen per-tahun, yang menempatkan industri manufaktur sebagai sektor dengan kontribusi terbesar di Jatim. Selain itu, sektor ini juga berhasil menyerap tenaga kerja sebesar tiga juta lebih.

“Namun saat ini kita berada pada situasi harus waspada, dimana industri harus melakukan efisiensi. Dan kunci terjadinya efisiensi adalah penerapan teknologi. Tetapi tantangannya harus ada tenaga kerja yang betul-betul kompeten. Kita semua yang ada di Jatim harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi ini dengan menyiapkan tenaga kerja terampil atau skilled labour,” ujar Adik dalam Dialog Terbuka dengan tema “Dukungan terhadap Manufaktur Lokal dan Jawa Timur melalui Pameran Manufacturing Surabaya”, Rabu (13/7/2022).

Dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Adik mengungkapkan jika dukungan tenaga kerja terampil dalam industri manufaktur tidak bisa ditawar lagi, terlebih dengan semakin majunya teknologi yang berkembang. Untuk itu, Kadin sejauh ini telah berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Jatim, melalui berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan.

“Skilled Labour ini betul-betul dibutuhkan, termasuk dalam menyiapkan pengembangan kawasan industri. Sehingga ketika satu kawasan industri baru dibuka, maka kita sudah siap memiliki tenaga kerja terampil yang bisa mengisi. Karena melalui tenaga kerja terampil ini efisiensi dan produktifitas tenaga kerja bisa ditingkatkan,” tegasnya.

Adik juga sangat mendukung penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang secara terus menerus didengungkan oleh pemerintah. Sebab program tersebut diyakini akan mampu memacu mahasiswa menjadi wirausaha atau enterpreneur.

“Tetapi catatannya, itu harus kita lakukan bersama-sama. Kami mewakili industri, pemerintah, kampus, termasuk media membangun sinergi pentahelix untuk mewujudkan tenaga kerja terampil,” tegasnya.

Senada dengan Adik Dwi Putranto, FX Suryadi Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik ATMI mengatakan bahwa ketersediaan tenaga kerja terampil di sektor manufaktur menjadi tantangan di dunia pendidikan dan industri. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan saat ini anak muda kurang tertarik untuk terjun di sektor manufaktur.

“Mereka ingin serba instan. Bagi mereka, dunia internet lebih menarik. Oleh karena itu, Politeknik ATMI bekerjasama dengan sejumlah industri untuk menerapkan sistem education base (teaching factory). Dalam kampus kami, ada unit pendidikan dan ada unit produksi. Sehingga mahasiswa tidak perlu magang di luar,” ujar Suryadi.

Adapun kurikulum yang diterapkan adalah 30 persen teori dan 70 persen praktik. Untuk teori pun penyampaiannya dimodel seperti dunia kerja, yaitu dengan membagi mahasiswa menjadi dua sifat, pagi dan sore. Langkah ini dilakukan untuk membiasakan mereka dengan ritme di lingkungan kerja.

“Hasilnya, seluruh lulusan kami selalu siap kerja. Bahkan hampir di seluruh industri besar di Jatim ada lulusan kami yang bekerja di sana,” tandasnya.

Sementara itu, Hery Wiriantoro Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Jatim mengatakan, sejauh ini Pemprov Jatim juga memiliki komitmen besar dalam peningkatan SDM, beberapa program peningkatan tenaga kerja dan sumber daya manusia telah dilakukan.

“Kami juga memiliki program OPOP di Pondok Pesantren, membantu meningkatkan skill santri juga alumnus serta pesantren. Kita ajak dan kita bina menjadi wirausaha. Kita fasilitasi, mulai dari kualitas hingga standarisasi kemudian kita ikutkan pameran. Kami juga memiliki misi dagang, untuk menfasilitasi produk mereka,” ujarnya.

Dukungan terhadap peningkatan industri manufaktur menurutnya juga diwujudkan dengan dibukanya sejumlah kawasan industri baru di beberapa kabupaten kota, diantaranya di Ngawi, Madiun dan Nganjuk.

“Yang eksisting sudah ada 10 kawasan industri, menyusul tiga kawasan industri baru di Nganjuk, Madiun dan Ngawi. Karena sebenarnya harapan kami kawasan industri itu ada dia setiap kabupaten kota,” pungkasnya.(bil/ipg)

Pameran Manufaktur Surabaya Bidik 4.000 Buyer B2B

Suasana pameran Manufacturing Surabaya 2022 di Grand City Surabaya, Rabu (13/7/2022). – Bisnis/Peni Widarti

 

Bisnis.com, SURABAYA – Gelaran pameran Manufacturing Surabaya 2022 yang berlangsung 13 – 16 Juli 2022 di Grand City Surabaya ditargetkan bisa menarik 4.000 pengunjung dengan orientasi business to business (B2B).

Event Director PT Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari mengatakan di masa menuju endemi Covid-19 yang diikuti dengan berbagai pelonggaran saat ini menjadi momentum untuk memperkuat kebangkitan seluruh sektor perindustrian termasuk industri manufaktur.

“Untuk mendukung optimalisasi sektor industri ini, kami sebagai penyelenggara pameran dagang kembali menggelar ajang pameran di Surabaya, dan kami optimistis melihat antusiasme para peserta yang mencapai 181 perusahaan manufaktur,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (13/7/2022).

Dia mengatakan meski menargetkan jumlah pengunjung mencapai 4.000 an orang. Namun dalam pameran ini yang paling diharapkan adalah hasilnya yakni terjadi transaksi yang bersifat B2B.

“Secara langsung pameran tidak ada target karena memang tidak berorientasi business to consumer (B2C), tetapi lebih kepada B2B yang transaksinya terjadi setelah gelaran pameran,” ujarnya.

Lia menjelaskan, salah satu yang cukup membedakan gelaran pameran manufaktur dari sebelumnya yakni adanya booth Kampung Industri atau Manufacture Village yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim.

“Di Kampung Industri ini kami menghadirkan Industri Kecil Menengah (IKM) sektor manufaktur lokal Jatim. Beberapa mesin-mesin buatan lokal anak bangsa juga ada, contohnya mesin pengolahan logam, otomasi dan robotik, termasuk mesin untuk konstruksi dan food and beverage,” jelasnya.

Seperti diketahui, sektor industri manufaktur ini telah berkontribusi sekitar 30 persen terhadap PDRB Jatim sehingga gelaran pameran ini dinilai sangat potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim maupun di Indonesia bagian timur.

Salah satu peserta pameran manufaktur, VP Sales and Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo mengatakan manufaktur dan industri cukup menjadi perhatian PT Pertamina Lubricants karena banyak proses manufaktur yang memerlukan dukungan pelumas.

“Jadi perusahaan kita ini in-line dengan manufaktur di Jatim yang punya nilai tambah luar biasa dari sisi ekonomi, sehingga kami pun ingin bergerak mendukung pemulihan ekonomi pasca Covid-19,” imbuhnya.

Dia mengatakan di pabrik Pertamina Lubricants di Gresik sendiri memiliki produksi 135.000 kilo liter per tahun untuk menkover kebutuhan Jatim dan Indonesia timur, serta didukung oleh 12 distributor yang siap mendekatkan diri kepada konsumen.

“Pemanfaatan produk pelumas kami menyasar berbagai segmen, 700 portofolio dari segmen mesin kecil, kendaraan, dan 300 lebih portofolio untuk segmen industri. Sebanyak 80 persen produk kami diserap oleh pasar domestik, ekspor hanya 20 persen,” imbuhnya.

 

Emil Dardak: Industri Manufaktur Lokal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jatim Pascapandemi

Wak Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak(DOK. PEMPROV JATIM)

 

SURABAYA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak mendorong industri manufaktur lokal menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jatim pasca pandemi.

Di Jawa Timur kata dia, sektor Industri memegang peranan yang cukup strategis dalam mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “30,6 persen PDRB Jatim berasal dari sektor manufaktur,” katanya saat membuka Pameran Manufacturing 2022 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (13/7/2022).

Geliat bisnis manufaktur secara nasional pascapandemi menurut Emil Dardak menunjukkan pertumbuhan positif. Sejalan dengan pertumbuhan nasional, Emil berharap ekspansi sektor manufaktur lokal pun terus meningkat.

“Sebagai industri sekunder, manufaktur ikut menyumbang angka pertumbuhan ekonomi Jatim yang mengalami kenaikan signifikan menjadi 5,2 persen pada triwulan I tahun 2022,” jelasnya.

Pemprov Jatim kata dia akan terus berupaya membangun dan mendorong sektor manufaktur agar semakin memiliki daya saing dan kemandirian untuk pemulihan ekonomi.

“Industri manufaktur adalah sektor yang tengah dibangun Pemprov Jatim sebagai upaya menggenjot kembali perekonomian di Jatim,” jelasnya.

 

Manufacturing Surabaya 2022

Pameran manufaktur yang digelar 13 – 16 Juli 2022 di Grand City Mall Surabaya itu diikuti sebanyak 181 brand terkemuka.

Pameran menyuguhkan beragam informasi melalui seminar hybrid, serta peralatan dan perlengkapan industrial inovatif.

“Melalui pameran manufaktur ini, memungkinkan seluruh pelaku industri untuk bertemu dan membuka peluang investasi atau berkolaborasi bisnis,” kata Event Director PT Pamerindo Lia Indriasari.

Manufacturing Surabaya 2022 kata Lia merupakan wujud komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri lokal, khususnya Jawa Timur sebagai lead ekspor industri manufaktur.

“Kami berharap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal di tengah upaya resiliensi paska pandemi serta mendukung penguatan daya saing sektor manufaktur lokal,” ujarnya.

Para pelaku industri manufaktur dalam dan luar negeri yang berpartisipasi di event ini diantaranya IKM binaan Disperindag Jawa Timur, E-T-A Indonesia, First Machinery Trade, JETRO Jakarta, Mitsubishi Electric Indonesia, Nord Drivesystems, Otano Multi Mesindo, Riyadi Group, Stechoq Robotika Indonesia, Taesin Indonesia, Takamaz Indonesia, hingga Trakindo.

 

Pertamina Lubricants Dukung Kebangkitan Industri Manufaktur

Surabaya, Beritasatu.com – PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan Subholding Commercial an Trading Pertamina, yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri mendukung kemajuan industri manufaktur di Tanah Air. Dukungan itu ditunjukkan dengan partisipasinya dalam pameran Manufacturing Surabaya 2022 di Surabaya pada 13-16 Juli 2022.

VP Domestic Industry Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo mengatakan, gejolak dan perkembangan ekonomi dunia terutama terkait volatilitas harga komoditas dan energi tentu memberi dampak pada perkembangan industri manufaktur dan ini merupakan tantangan bagi PTPL dan Pertamina Group secara keseluruhan.

“PTPL berkomitmen untuk menjadi partner bisnis yang mampu berkontribusi terhadap manajemen pelumasan yang tepat untuk mendukung kinerja dan performa operasional guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan bagi konsumen,” katanya pada pembukaan Manufacturing Surabaya 2022, Rabu (13/7/2022).

Dalam kesempatan itu, Pertamina Lubricants menghadirkan produk-produk pelumas yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

“PTPL telah men-sertifikasi sebanyak 128 produk pelumas dengan nilai kandungan melebihi dari 40% dan dengan total rata-rata TKDN di atas 70% untuk produk pelumas segmen otomotif dan industri,” ujarnya.

Nugroho menambahkan, dengan TKDN yang tinggi, produk pelumas Pertamina mampu bersaing secara kompetitif di pasar dan memiliki daya saing yang tinggi di industri nasional.

Pertamina Lubricants juga mendukung program pemerintah dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan terus menyuplai pelumas untuk segmen industri di sektor-sektor strategis di Indonesia.

Selain kualitas produk yang terjamin, Pertamina Lubricants juga berkomitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan dengan mengimplementasikan proses bisnis yang hijau dan berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.

“Penerapan kebijakan green company dalam seluruh proses bisnis yang dimulai dari proses produksi, distribusi hingga produk sampai ke konsumen sudah merupakan komitmen perseroan. Kami turut bersinergi dengan masyarakat, berbagai komunitas dan UMKM dimana kami beroperasi untuk menciptakan nilai tambah melalui program-program entrepreneurship berbengkelan dan program berbasis creating shared value,” papar Nugroho.

 

Pameran Manufacturing Surabaya Kian Diminati Pengusaha Dari Timur

Surabaya (beritajatim.com) – Pada triwulan I 2022, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan sebesar 5,2% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Bergeraknya sektor industri manufacturing menjadi salah satu pemicunya.

Hal ini membuat PT Pamerindo Indonesia kembali menghadirkan seri pameran Manufacturing Surabaya di Grand City Convention & Exhibition Center Surabaya, mulai hari ini hingga 16 Juli 2022 mendatang.

Sebanyak 181 brand terkemuka di industri manufaktur akan ambil bagian dan siap menyambut lebih dari 4.700 pengunjung di pameran yang sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyambut baik gelaran pameran Manufacturing 2022  dan berkomitmen terus mendukung pameran sebagai bentuk dukungan pada bisnis manufactur di Jatim.

Wagub Emil meyakini ajang seperti ini akan menjadi eye opener bagi pelaku industri manufaktur mengenai teknologi terkini.

“Di Jatim perekonomian ditopang oleh manufaktur karena sebagai perekonomian terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 30 persen. Jatim menyumbang hampir seperempat dari output industry manufaktur artinya mengadakan ini di Jatim adalah pilihan yang tepat,” tambahnya.

Wagub Emil senang ada ruang bagi local producer of machineries di event pameran. Dimana mesin-mesin yang diproduksi di Jawa Timur juga mendapat kesempatan untuk ditampilkan.

Wagub Emil berharap melalui forum ini bussines matchmaking bisa berjalan dan adopsi teknologi bisa berjalan dengan baik

“Ada yang bilang seeing is believing walaupun sekarang eranya digital harus bisa melihat secara langsung,” tutur Emil.

Lia Indriasari, Events Director PT Pamerindo mengatakan, Manufacturing Surabaya 2022 merupakan wujud komitmen Pamerindo Indonesia untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri lokal, khususnya Jawa Timur sebagai lead ekspor industri manufaktur.

“Kami berharap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal di tengah upaya resiliensi paska pandemi serta mendukung penguatan daya saing sektor manufaktur lokal,” paparnya.

Tak hanya itu saja, tahun ini Lia melihat ada potensi peningkatan transaksi sebab beberapa pengunjung yang mendaftar tak hanya dari Jatim tetapi juga dari beberapa daerah di Indonesia Timur.

“Ini menjadi penanda perkembangan industri sudah merata hingga ke timur dan pameran ini menjadi pilihan utama bagi pengusaha yang tinggal di kawasan timur tentunya,” tandasnya.[rea]

 

Manufacturing Indonesia 2022: Exhibitors Line-up Part III

Pengusaha Ingin Insentif PPh Pasal 22 Impor Tetap Diberikan ke Sektor Manufaktur

Pengusaha Ingin Insentif PPh Pasal 22 Impor Tetap Diberikan ke Sektor Manufaktur

ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang. Pengusaha meminta pemerintah tetap memberikan insentif PPh Pasal 22 impor ke industri manufaktur.

 

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memperpanjang insentif pajak yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 sampai akhir 2022. Salah satu insentif pajak yang diperpanjang adalah pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 impor.

Pemberian insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114/PMK.03/2022 Tentang Perubahan Atas PMK Nomor 3/PMK.03/2022 Tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Covid-19.

Cuma, pemerintah tidak mencamtumkan industri manufaktur sebagai penerima insentif PPh Pasal 22 impor dalam PMK tersebut.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, saat ini perekonomian Indonesia masih diselimuti ketidakpastian. Dus, ia berharap pemerintah memberikan berbagai stimulus dan keringanan kepada dunia usaha, salah satunya adalah pemberian insentif PPh Pasal 22 impor kepada sektor manufaktur.

“Seyogyanya untuk semua diperpanjang (insentif pajak), dalam hal ini sampai kita betul-betul pada kondisi ekonomi yang pulih. Apalagi dengan sektor manufaktur, kami sangat berharap memang agar industri manufaktur ini tetap dipertahankan untuk diberikan insentif PPh Pasal 22 impor,” ujar Sarman kepada Kontan.co.id, Senin (1/8) yang lalu.

Hal tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ketidakpastian apabila harga bahan-bahan baku terutama bahan baku impor tidak tersedia di Indonesia, sehingga mau tidak mau para pelaku usaha akan melakukan impor.

“Di sini memang sangat diharapkan adanya suatu insentif pajak, sehingga tidak membuat harga-harga itu naik signifikan apabila biaya pajak ini bisa dibantu oleh pemerintah,” kata Sarman.

Oleh karena itu, Sarman menyarankan pemerintah untuk aktif mengevaluasi dan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung dengan dunia usaha serta melihat kondisi ekonomi global.

Apabila kebijakan yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk membantu dunia usaha, maka pemberian insentif PPh Pasal 22 impor perlu ditinjau kembali oleh pemerintah untuk memastikan bahwa sektor manufaktur bisa tetap produktif.

“Kalaupun terjadi kenaikan harga-harga bahan baku, tetap bisa diteken dengan adanya katakanlah insentif PPh Pasal 22 Impor ini,” imbuh Sarman.

 

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

Source: https://nasional.kontan.co.id/news/pengusaha-ingin-insentif-pph-pasal-22-impor-tetap-diberikan-ke-sektor-manufaktur

 

Jaga Kinerja Manufaktur di Tengah Resesi AS, Ini Tantangan Pemerintah

Jaga Kinerja Manufaktur di Tengah Resesi AS, Ini Tantangan Pemerintah

Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis – Abdullah Azzam

 

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengusaha berharap pemerintah bisa cermat mengelola pendapatan yang diraup dari kinerja ekspor manufaktur Indonesia di tengah ancaman resesi Amerika Serikat dan inflasi nasional.

Ketua Bidang Industri Manufaktur Apindo Johnny Darmawan mengatakan kecermatan mengelola pemasukan dari kinerja ekspor diperlukan untuk ‘jaga-jaga’ atas dampak resesi ekonomi dan inflasi yang sudah terjadi.

“Pemerintah harus pintar-pintar manage kelebihan duit ekspor. Resesi dan inflasi akan berdampak ke sektor manufaktur Indonesia. Namun, kapan persis dampaknya tidak tahu,” kata Johnny kepada Bisnis, Rabu (3/8/2022).

Pada semester I/2022, industri manufaktur berhasil lolos dari tekanan geopolitik global di tengah pemulihan pascapandemi.

Badan Pusat Statistik mencatat, seluruh sektor di industri manufaktur mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I/2022. Manufaktur perkapalan menjadi sektor dengan kinerja paling impresif.

Nilai ekspor sektor tersebut pada paruh pertama 2022 tumbuh pesat hingga 1.209,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dengan nilai US$590 juta.

Di belakangnya, menyusul industri bahan kimia anorganik dengan pertumbuhan mencapai 117,1 persen year on year (yoy). Nilai ekspor sektor itu pada semester I/2022 mencapai US$1,44 miliar.

Di peringkat berikutnya, terdapat industri besi dan baja yang mengalami pertumbuhan nilai ekspor sebesar 64,88 persen yoy. Nilai ekspor besi dan baja RI pada semester I/2022 mencapai US$14,48 miliar.

Sementara dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menunjukkan kinerja paling impresif pada Juni 2022, ada sektor alas kaki yang ekspornya tumbuh 38,48 persen dengan nilai US$3,95 miliar.

Pemerintah, lanjut Johnny, mesti fokus memikirkan keberlanjutan kinerja positif industri manufaktur melalui pembangunan infrastruktur serta regulasi yang mendukung upaya tersebut.

 

Author: Rahmad Fauzan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Source: https://ekonomi.bisnis.com/read/20220803/257/1562488/jaga-kinerja-manufaktur-di-tengah-resesi-as-ini-tantangan-pemerintah

Indonesia Mimpi Masuk 5 Manufaktur Tekstil Terbesar Dunia pada 2030

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah menargetkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional dapat memenuhi sebagian besar permintaan domestik, mencapai peningkatan ekspor sebesar 15 persen per tahun pada 2025.

Kemudian menjadi Top 5 manufaktur tekstil di dunia pada tahun 2030 dengan spesialisasi di functional clothing.

Hingga kini, TPT disebut terus memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia, seiring pemulihan dari pandemi Covid-19.

Sebagai jaring pengaman sosial dan penghasil devisa, industri TPT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,65 juta orang atau mencapai 18,79 persen dari total pekerja disektor industri manufaktur.

“Sementara itu, sebagai penghasil devisa, nilai ekspor industri TPT menembus USD 13,02 miliar pada tahun 2021,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada3rd Indonesia Textile Conference di Bandung, Kamis (28/7/2022).

Menperin juga mengemukakan, industri TPT memiliki peranan strategis dalam proses industrialisasi.

“Ini karena input dan output industri TPT mempunyai keterkaitan kuat dengan industri lain maupun sektor ekonomi lain, mulai dari bahan baku berupa serat sampai dengan barang konsumsi berupa pakaian jadi dan barang jadi,” bebernya.

Dengan besarnya peran dan kontribusi tersebut, pemerintah memacu utilitas industri tekstil agar kembali ke tingkat utilisasi sebelum pandemi, yaitu antara 60-80 persen sehingga dapat menopang ekspor nasional.

“Secara bertahap sektor ini sudah mulai pulih. Saat ini utilisasinya di angka 70 persen,” beber Agus.

Dibanding tahun lalu, nilai ekspor TPT naik secara signifikan sebesar 28 persen. Kenaikan ini didorong oleh pakaian jadi dan benang.

“Investasi industri juga mengalami kenaikan sebesar 6,4 persen sampai triwulan I tahun 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya” imbuhnya.

Sebagai salah satu sektor pioritas, industri TPT merupakan bagian tak terpisahkan dari program Making Indonesia 4.0.

Agenda Making Indonesia 4.0 pada industri tekstil di Indonesia diarahkan untuk menjadikan industri tekstil nasional sebagai pemimpin dalam produksi pakaian “fungsional”.

 

Ekspor Tekstil Ditargetkan Capai 15 Persen Per Tahun

Sambut HUT ke-77 RI, Museum Tekstil Gelar Pameran Kain Tenun

Pengunjung melihat kain tenun di pameran tenun bertajuk “Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia” di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke – 77 RI ini berlangsung hingga 31 agustus 2022 mendatang dan menampilkan kerajinan tenun dari Sumatera, Sulawesi, dan Timor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

“Implementasi agenda Making Indonesia 4.0 di industri TPT telah dimulai dengan beberapa aktivitas mulai dari membangun konektivitas dan perbaikan alur aliran material TPT, kemudian training manajer transformasi 4.0 pada industri TPT,” tutur Menperin Agus.

Selain itu, dilaksanakan pilot project daur ulang dan circular economy dalam rangka sustainibility, penyiapan lighthouse nasional TPT 4.0 untuk sektor benang dan kain, verifikasi INDI 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index dan asesmen dalam rangka INDI Awards (penghargaan kepada industri yang telah menerapkan industri 4.0), serta insentif restrukturisasi mesin.

“Untuk mempercepat proses transformasi digital dan pencapaian target tersebut, Kemenperin telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 yang menawarkan lima layanan utama dalam membantu industri TPT secara khusus,” kata Menperin.

Di samping itu, Kemenperin juga melakukan upgrading Politeknik STTT Bandung untuk menjadi capability center bagi pengembangan sumber daya manusia industri tekstil.

“Kami mengundang para pelaku industritekstil untuk memanfaatkan layanan-layanan ini dalam rangka meningkatkan daya saing produk TPTnasional di pasar global,” tegas Agus.

 

 

Konferensi Tekstil

Sambut HUT ke-77 RI, Museum Tekstil Gelar Pameran Kain Tenun

Pengunjung melihat kain tenun di pameran tenun bertajuk “Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia” di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke – 77 RI ini berlangsung hingga 31 agustus 2022 mendatang dan menampilkan kerajinan tenun dari Sumatera, Sulawesi, dan Timor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

Apresiasi juga diberikan kepada Politeknik STTT Bandung, yang turut berperan besar dalam upaya kemajuan pendidikan dan industri tekstil nasional.

“Sebagai salah satu pendidikan tinggi vokasi di lingkungan Kemenperin, Politeknik STTT Bandung merupakan bagian dari ekosistem pembangunan industri nasional yang memiliki peran strategis dalam mensuplai tenaga kerja terampil sesuai dengan kebutuhan industri tekstil,” jelas Menperin.

Selain itu, penyelenggaraan The 3rd Indonesia Textile Conference juga merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan 100 tahun pendidikan tekstil di Indonesia.

“Usia 100 tahun menunjukkan eksistensi Politeknik STTT Bandung sebagai penyelenggara pendidikan yang telah menerapkan link and match dengan industri dan customized mengikuti pergerakan arah industri sehingga menjadi solusi penyediaan SDM industri yang kompeten,” papar Agus.

Politeknik STTT Bandung pun telah menjadi contoh baik (best practice) pengelolaan pendidikan vokasi sehingga dijadikan benchmark oleh pendidikan vokasi lain.

“Keberhasilan ini patut kita replikasi pada pendidikan vokasi lainnya,” imbuhnya.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin Restu Yuni Widayati menambahkan, dalam persaingan global, industri tekstil Indonesia harus menggeser dirinya dari keunggulan komparatif ke keunggulan kompetitif yang lebih berbasis pengetahuan dengan menguasai teknologi dan mengejar inovasi melalui pendidikan dan penelitian dan pengembangan (R&D).

Keduanya tidak dapat dipisahkan dan menjadi tulang punggung industri tekstil nasional.

“Dari aspek pengembangan SDM dan ketersediaan bahan baku, penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang tekstil menjadi sangatlah penting. Untuk itu, upaya adaptasi penyelenggaraan pendidikan bidang tekstil harus terus dilakukan,” terangnya.

 

Oleh: Natasha Khairunisa Amani

Source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5027167/indonesia-mimpi-masuk-5-manufaktur-tekstil-terbesar-dunia-pada-2030

Perawatan Prediktif, Solusi Zero Downtime Mesin pada Industri Manufaktur

Perawatan prediktif dapat membantu pengelola pabrik untuk mendeteksi kerusakan mesin lebih dini sehingga downtime pada industri manufaktur bisa dihindari

Perawatan prediktif dapat membantu pengelola pabrik untuk mendeteksi kerusakan mesin lebih dini sehingga downtime pada industri manufaktur bisa dihindari(Mitsubishi Electric)

 

KOMPAS.com – Dalam meningkatkan produktivitas guna memenuhi permintaan pasar yang meroket, industri manufaktur berupaya mencegah downtime pada mesin (zero downtime).

Selama masa downtime, industri manufaktur berpotensi kehilangan profit. Pasalnya, produksi pabrik ikut terhenti secara otomatis akibat mesin berhenti bekerja.

Sebagai contoh, downtime bisa saja diawali dari kemungkinan kerusakan pada sebuah gear. Bulatan logam pipih ini berpotensi mengalami kerusakan ketika bekerja secara terus-menerus. Hal ini pun berakibat pada penurunan kinerja mesin.

Namun, kemungkinan kerusakan gear kerap tidak disadari hingga akhirnya menyebabkan downtime pada mesin.

Kondisi itu sebetulnya bisa dihindari jika pengelola pabrik dapat mendeteksi kerusakan mesin lebih dini melalui perawatan prediktif (predictive maintenance).

Semakin cepat kerusakan pada mesin terdeteksi, maka pabrik memiliki waktu yang lebih panjang untuk merencanakan perawatan mesin atau memesan suku cadang (spare part) yang berpotensi rusak.

Untuk diketahui, dalam melakukan perawatan prediktif, pengelola pabrik perlu mengumpulkan sejumlah data terlebih dahulu. Data-data ini mencakup data manufaktur, proses mesin, lingkungan, dan monitoring kondisi.

Lewat pengumpulan data pada kasus kerusakan gear, misalnya, pengelola pabrik dapat mengetahui, menganalisis, dan memprediksi kerusakan, bahkan sebelum hal itu terjadi.

Dengan kata lain, perawatan prediktif dapat membantu pengelola pabrik mencoba melihat hal yang tidak terlihat (trying to see the unseen).

Guna mendukung hal itu, Mitsubishi Electric menghadirkan sejumlah produk factory automation yang dapat digunakan untuk mencapai zero downtime. Salah satunya adalah paket aplikasi software iQ Monozukuri Rotary Machine Vibration Diagnosis.

Software tersebut dapat membantu industri manufaktur untuk memvisualisasikan kondisi mesin dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mendiagnosis data getaran abnormal pada mesin secara mudah. Dengan visualisasi ini, downtime pada mesin pun dapat dihindari.

Selain itu, Mitsubishi Electric juga memiliki produk factory automation yang memiliki fungsi “self-diagnosis”, misalnya MELSERVO-J5, Inverter E800, dan Robot Industri MELFA Smart Plus.

Sebagai informasi, kehadiran fungsi “self-diagnosis” pada produk tersebut dapat mendeteksi dini perubahan getaran, gesekan pada komponen, dan kerusakan (error) yang akan terjadi.

Dengan demikian, pabrik dapat menyiapkan suku cadang sebelum komponen tertentu mengalami kerusakan.

Tak hanya sebagai alarm deteksi dini, fungsi “self-diagnosis” juga dapat mendukung kestabilan sistem operasi pada perangkat.

Pada akhirnya, perawatan prediktif dengan beragam produk factory automation dari Mitsubishi Electric bisa mendukung pabrik untuk mencapai zero downtime demi mencapai profit yang maksimal.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk Factory Automation, kunjungi situs resmi Mitsubishi Electric Indonesia.

 

Penulis : Aningtias Jatmika
Editor : Agung Dwi E

Source: https://money.kompas.com/read/2022/07/28/090200126/perawatan-prediktif-solusi-zero-downtime-mesin-pada-industri-manufaktur