Menperin: Investasi Sektor Manufaktur Capai Rp 230 Triliun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Industri pengolahan semakin bergeliat menggelontorkan dananya guna meningkatkan kapasitas dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Itu dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Industri pengolahan semakin bergeliat menggelontorkan dananya guna meningkatkan kapasitas dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Itu dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Foto: Antara/Galih Pradipta

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri pengolahan semakin bergeliat menggelontorkan dananya guna meningkatkan kapasitas dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Itu dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Hal tersebut tercermin dari realisasi penanaman modal sektor industri yang mencapai Rp 230,8 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 39,5 persen dari total nilai investasi yang menembus Rp 584,6 triliun pada semester I 2022. “Sektor industri manufaktur nilai investasinya naik dari Rp 167,1 triliun pada semester I 2021, menjadi Rp 230,8 triliun pada semester I 2022 atau naik double digit sebesar 38 persen,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, dalam keterangan resmi, Senin (25/7).

Menperin menjelaskan, selama ini peningkatan investasi di sektor industri selalu memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional. Selain menambah devisa dan penyerapan tenaga kerja, juga akan memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri sehingga industri di Indonesia bisa lebih berdaya saing hingga kancah global.

“Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi, karena didukung dengan potensi pasar yang besar dan kebijakan pemerintah yang probisnis kepada para pelaku usaha. Termasuk upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19,” jelas dia.

Agus menegaskan, pemerintah bertekad konsisten meningkatkan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Melalui upaya pengendalian pandemi Covid-19 yang maksimal, capaian realisasi investasi akan terus meningkat.

“Selain itu, permintaan domestik yang kian membaik seiring pula dengan keleluasan mobilitas aktivitas masyarakat, serta percepatan pemberian vaksin booster kepada masyarakat dan para pekerja industri. Ini menjadi jaminan atas tetap tingginya minat investor berekspansi di tanah air,” tuturnya.

Merujuk data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada Januari-Juni 2022, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri sebesar Rp 65,2 triliun atau berkontribusi 23,8 persen dari total PMDN yang mencapai Rp 274,2 triliun. Sementara, penanaman modal asing (PMA) sektor industri menembus Rp 165,6 triliun atau menyumbang paling tinggi sebesar 53,4 persen dari total PMA yang mencapai Rp 310,4 triliun.

“Investor saat ini lebih banyak mengincar sektor produktif seperti industri manufaktur dibanding sektor lainnya. Oleh karena itu, selain mendorong sektor industri padat modal untuk transfer teknologi, kami juga memacu sektor industri padat karya sebagai upaya meningkatkan serapan tenaga kerja di dalam negeri,” tutur dia.

Sepanjang semester I 2022, sektor manufaktur yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian PMDN yaitu industri makanan dengan nilai mencapai Rp 24,2 triliun atau naik 8,8 persen secara tahunan (year on year). Selanjutnya, untuk capaian PMA, kontribusi paling besar dari sektor manufaktur adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang mencapai 5,7 miliar dolar AS atau naik 26,3 persen year on year (yoy) serta industri kimia dan farmasi sebesar 1,8 miliar dolar AS atau naik 8,1 persen yoy.

“Secara kumulatif, untuk PMDN dan PMA pada semester I 2022, investasi sektor manufaktur yang paling dominan adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 87,9 triliun atau naik 15 persen yoy. Disusul industri makanan sebesar Rp 42 triliun atau naik 7,2 persen yoy,” tutur Agus.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang konsisten menerapkan hilirisasi industri dan menyetop ekspor bahan mentah, dinilai menjadi potensi peningkatan investasi. Khususnya di industri peleburan dan pemurnian (smelter).

“Pabrik smelter mulai tumbuh di sejumlah wilayah luar Jawa. Artinya, akan mendorong pemerataan ekonomi atau sejalan dengan pembangunan Indonesia sentris,” ujar dia.

 

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Source: https://www.republika.co.id/berita/rfl9vw349/menperin-investasi-sektor-manufaktur-capai-rp-230-triliun

Mantap! Realisasi Investasi Industri Manufaktur Moncer, Ini Sektornya

Mantap! Realisasi Investasi Industri Manufaktur Moncer, Ini Sektornya

Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis – Abdullah Azzam

 

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat peningkatan realisasi investasi di sejumlah sektor manufaktur Tanah Air pada paruh pertama 2022.

Mengutip laporan realisasi investasi BKPM terbaru yang dirilis Rabu (20/7/2022), kenaikan realisasi investasi signifikan dialami oleh sektor logam serta makanan dan minuman (mamin).

“Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya naik 15 persen. Industri makanan naik 7,2 persen,” kata Menteri Investasi/BKPM dalam paparannya, Rabu (20/7/2022).

Jika dirinci, realisasi investasi kedua sektor tersebut masing-masing senilai Rp87,9 triliun dan Rp42 triliun yang diraup secara total dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Bahkan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya tercatat sebagai sektor dengan realisasi investasi paling tinggi selama periode Januari – Juli tahun ini.

Secara lebih detail, industri logam meraup investasi mayoritas dari PMA senilai US$5,7 miliar atau 26,3 persen lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, industri makanan meraup investasi mayoritas dari PMDN senilai Rp24,2 triliun atau 8,8 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain kedua industri tersebut di atas, realisasi investasi di sektor manufaktur Tanah Air juga tercatat naik pada paruh pertama 2022 untuk industri kimia dan farmasi dengan rak pun mencapai US$1,8 miliar, atau naik 8,1 persen.

 

Author: Rahmad Fauzan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Source: https://ekonomi.bisnis.com/read/20220720/257/1557196/mantap-realisasi-investasi-industri-manufaktur-moncer-ini-sektornya

Perusahaan Korea Ini Dapat Pesanan dari Manufaktur Otomotif Global KRW8 Triliun

 

LG Electronics (LG) kembali memperkuat posisi mereka sebagai pemain besar dalam solusi bisnis komponen kendaraan listrik (EV). Menutup paruh pertama tahun 2022, LG mengemukakan bahwa mereka telah berhasil mendapatkan pesanan dengan total KRW 8 triliun, untuk menyediakan pengalaman in-vehicle kepada beragam manufaktur mobil global.

Perusahaan elektronik asal Korea ini telah bekerja sama dengan berbagai produsen mobil global termasuk Mercedes-Benz AG, Groupe Renault dan General Motors untuk menyediakan sistem P-OLED IVI kepada seluruh produk mobil listrik kliennya dan meningkatkan portofolio mereka dengan lebih komprehensif. Solusi bisnis komponen EV LG terus bertumbuh pesat melalui tiga sektor bisnis inti: LG Vehicle component Solutions (VS) Company, ZKW Group dan LG Magna e-Powertrain.

Diakuisisi oleh LG pada tahun 2018, ZKW Group menawarkan teknologi lampu depan kendaraan terdepan di pasar, dan bekerja sama dengan klien-klien global termasuk BMW, Mercedes-Benz AG, Audi dan Porsche. Sementara itu, LG Magna e-Powertrain memperluas basis produksi globalnya, dengan menambahkan fasilitas manufaktur ketiga di Ramos Arizpe, Coahuila, Meksiko setelah membangun 2 pabrik lainnya yang sudah berdiri di Incheon, Korea Selatan dan Nanjing, China.

Konstruksinya telah dimulai di atas tanah seluas 25.000 meter persegi dan diharapkan pabrik dapat dibuka di tahun 2023 mendatang. Pabrik di Meksiko ini akan digunakan sebagai tempat untuk memproduksi komponen utama seperti mesin dan inverter untuk EV generasi terbaru milik General Motors.

Pada paruh pertama tahun ini, nilai pesanan untuk solusi komponen EV LG melampaui total nilai akumulasi dari semua pesanan tahun 2021 (KRW 60 triliun) dengan peningkatan sebesar 13%. LG mengharapkan bahwa akumulasi pesanan yang ditempatkan pada bisnis komponen EV di akhir tahun 2022 akan melebihi KRW 65 triliun.

Di tengah menurunnya produksi kendaraan dikarenakan ketiadaan stok automotive semiconductors dan masalah pasokan global lainnya, LG EV memperlihatkan kinerja positif. Penjualan konsolidasi untuk komponennya naik hingga 24% bila dibandingkan dengan tahun lalu dan mencapai penjualan hingga KRW 6, 7 triliun.

Berdasarkan laporan dari firma riset pasar Strategy Analytics yang diterbitkan pada April 2022, LG diperkirakan sudah memimpin pasar telematika global, dengan pangsa pasar sebesar 22.7% dalam kuartal pertama di tahun 2022 dan mencatat pangsa pasar sebesar 2 digit di pasar audio, video dan navigasi (AVN) sejak 2021.

“Dengan memanfaatkan teknologi inti yang canggih serta kerjasama dengan manufaktur global yang kuat, kami akan terus menyediakan nilai tambah yang berbeda bagi seluruh pelanggan kami dalam industri otomotif,” tutur Eun Seok-hyun, Presiden LG VS Company.

 

 

Oleh: Arie Liliyah | Editor : Eva Martha Rahayu

Source: https://swa.co.id/automotive/perusahaan-korea-ini-dapat-pesanan-dari-manufaktur-otomotif-global-krw8-triliun

Emil Dardak: Industri Manufaktur Lokal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jatim Pascapandemi

Wak Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak(DOK. PEMPROV JATIM)

 

SURABAYA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak mendorong industri manufaktur lokal menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jatim pasca pandemi.

Di Jawa Timur kata dia, sektor Industri memegang peranan yang cukup strategis dalam mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “30,6 persen PDRB Jatim berasal dari sektor manufaktur,” katanya saat membuka Pameran Manufacturing 2022 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (13/7/2022).

Geliat bisnis manufaktur secara nasional pascapandemi menurut Emil Dardak menunjukkan pertumbuhan positif. Sejalan dengan pertumbuhan nasional, Emil berharap ekspansi sektor manufaktur lokal pun terus meningkat.

“Sebagai industri sekunder, manufaktur ikut menyumbang angka pertumbuhan ekonomi Jatim yang mengalami kenaikan signifikan menjadi 5,2 persen pada triwulan I tahun 2022,” jelasnya.

Pemprov Jatim kata dia akan terus berupaya membangun dan mendorong sektor manufaktur agar semakin memiliki daya saing dan kemandirian untuk pemulihan ekonomi.

“Industri manufaktur adalah sektor yang tengah dibangun Pemprov Jatim sebagai upaya menggenjot kembali perekonomian di Jatim,” jelasnya.

 

Manufacturing Surabaya 2022

Pameran manufaktur yang digelar 13 – 16 Juli 2022 di Grand City Mall Surabaya itu diikuti sebanyak 181 brand terkemuka.

Pameran menyuguhkan beragam informasi melalui seminar hybrid, serta peralatan dan perlengkapan industrial inovatif.

“Melalui pameran manufaktur ini, memungkinkan seluruh pelaku industri untuk bertemu dan membuka peluang investasi atau berkolaborasi bisnis,” kata Event Director PT Pamerindo Lia Indriasari.

Manufacturing Surabaya 2022 kata Lia merupakan wujud komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri lokal, khususnya Jawa Timur sebagai lead ekspor industri manufaktur.

“Kami berharap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal di tengah upaya resiliensi paska pandemi serta mendukung penguatan daya saing sektor manufaktur lokal,” ujarnya.

Para pelaku industri manufaktur dalam dan luar negeri yang berpartisipasi di event ini diantaranya IKM binaan Disperindag Jawa Timur, E-T-A Indonesia, First Machinery Trade, JETRO Jakarta, Mitsubishi Electric Indonesia, Nord Drivesystems, Otano Multi Mesindo, Riyadi Group, Stechoq Robotika Indonesia, Taesin Indonesia, Takamaz Indonesia, hingga Trakindo.

 

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Aprillia Ika

Source: https://money.kompas.com/read/2022/07/13/202700726/emil-dardak–industri-manufaktur-lokal-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi-jatim?page=all

Kemenperin Ungkap Industri Logam Bertumbuh pada Kuartal Pertama Tahun 2022

Kinerja Industri Nonmigas Moncer, Ini Subsektor Pendukungnya