Pameran Manufacturing Surabaya Kian Diminati Pengusaha Dari Timur

Surabaya (beritajatim.com) – Pada triwulan I 2022, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan sebesar 5,2% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Bergeraknya sektor industri manufacturing menjadi salah satu pemicunya.

Hal ini membuat PT Pamerindo Indonesia kembali menghadirkan seri pameran Manufacturing Surabaya di Grand City Convention & Exhibition Center Surabaya, mulai hari ini hingga 16 Juli 2022 mendatang.

Sebanyak 181 brand terkemuka di industri manufaktur akan ambil bagian dan siap menyambut lebih dari 4.700 pengunjung di pameran yang sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyambut baik gelaran pameran Manufacturing 2022  dan berkomitmen terus mendukung pameran sebagai bentuk dukungan pada bisnis manufactur di Jatim.

Wagub Emil meyakini ajang seperti ini akan menjadi eye opener bagi pelaku industri manufaktur mengenai teknologi terkini.

“Di Jatim perekonomian ditopang oleh manufaktur karena sebagai perekonomian terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 30 persen. Jatim menyumbang hampir seperempat dari output industry manufaktur artinya mengadakan ini di Jatim adalah pilihan yang tepat,” tambahnya.

Wagub Emil senang ada ruang bagi local producer of machineries di event pameran. Dimana mesin-mesin yang diproduksi di Jawa Timur juga mendapat kesempatan untuk ditampilkan.

Wagub Emil berharap melalui forum ini bussines matchmaking bisa berjalan dan adopsi teknologi bisa berjalan dengan baik

“Ada yang bilang seeing is believing walaupun sekarang eranya digital harus bisa melihat secara langsung,” tutur Emil.

Lia Indriasari, Events Director PT Pamerindo mengatakan, Manufacturing Surabaya 2022 merupakan wujud komitmen Pamerindo Indonesia untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri lokal, khususnya Jawa Timur sebagai lead ekspor industri manufaktur.

“Kami berharap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal di tengah upaya resiliensi paska pandemi serta mendukung penguatan daya saing sektor manufaktur lokal,” paparnya.

Tak hanya itu saja, tahun ini Lia melihat ada potensi peningkatan transaksi sebab beberapa pengunjung yang mendaftar tak hanya dari Jatim tetapi juga dari beberapa daerah di Indonesia Timur.

“Ini menjadi penanda perkembangan industri sudah merata hingga ke timur dan pameran ini menjadi pilihan utama bagi pengusaha yang tinggal di kawasan timur tentunya,” tandasnya.[rea]